jump to navigation

Anda Puas Saya Loyo Jumat, 25 Juli 2008

Posted by Cahya Yustia Rio in Blog, Film, indonesia.
Tags: , , ,
add a comment

Pagi ini, bangun tidur saya dikejutkan oleh pemadaman listrik di rumah saya yang terjadi untuk ke sekian kalinya. Bah.. pagi-pagi sudah mati listrik.. Menyebalkan. Indonesia merdeka sudah hampir 63 tahun tapi listrik masih saja byar-pett..

Hm.. hari ini tidak banyak yang dapat saya lakukan di rumah, mengingat kehidupan saya di rumah sangat bergantung pada listrik. Mau nge-net ga bisa. Nonton TV, ga bisa. Mau tidur lagi, juga ga enak, secara AC ga bisa hidup. Haish..

Kemudian berbekal GPS yang baru saya beli kemarin, :mrgreen: (review GPS-nya besok saya ceritain ya!), akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Depok Town Square!! (sebenernya ga perlu GPS juga bisa kalo Cuma ke Detos doang siy! :mrgreen: Tapi secara GPS gw masih baru ya.. Jadi gw norak juga pengin menjajal kecanggihan GPS gw yang satu ini). Perjalanan gw pun terasa sangat canggih.. :mrgreen: :mrgreen: karena ada suara panduan dari alat GPS ini selama perjalanan. Mendekati Detos, saya mendengar suara: “Your destination is four hundred meters on the left!” Canggih ye.. hehehe.. Akhirnya saya pun tiba di Detos. “Destination completed”.

Di mal yang cukup sepi pada weekdays ini, saya berjalan sendirian bagaikan orang kesepian. Acara pertama saya menghampiri restoran favorit saya, apa lagi kalo bukan Solaria. Selesai dari Solaria, saya kemudian celingak celinguk ke sana kian kemari, melihat-lihat apa saja yang terlihat, tapi enggan berbelanja, karena memang tidak butuh. Kemudian saya menemukan warnet, dan masuk ke dalam. Eh.. penuh..

Saya ke lantai teratas, menemukan bioskop 21. Saya masuk dan melihat wajah yang tak asing lagi: Ruben Onsu. Bukan orangnya, tapi posternya. Hehehehe… Anda Puas, Saya Loyo. Film pertama pelawak-pelawak yahud. Demikian kira-kira tulisan besar yang ada di poster tersebut. “Ah, daripada celingukan ga jelas di mal, mending gw nonton film ini d”, pikir saya.

Saya kemudian ke loket. Hanya dengan Rp15.000 saya mendapatkan secarik tiket studio 3 bernomor A7.

Weissssh… ini film apa-apaan siy? Ga penting deeeee… Najiz. Rugiiii gw nonton ini. Rugiiiiii.. Filmnya berkisah tentang seorang wanita desa tomboy bernama Inem yang pergi ke Jakarta Metropolitan untuk mengadu nasib. Singkat cerita (emang ceritanya singkat) tiba-tiba dia jatuh cinta sama majikannya, begitu juga sebaliknya. Gw heran.. Loh?? Kok udah jatuh cinta aja ni orang? Ga ada duduk perkaranya, kenapa dia bisa jatuh hati dll.. Cuma gara-gara as time goes by aja gitu bisa jatuh cinta? Ga dapet banget chemistry-nya.. Bah.. Itu tokoh utamanya. Gw ga melihat relevansinya cerita si tokoh utama ini dalam film ini. Trus, yang agak menyebalkan aksen bahasa Jawa yang dia pakai terasa sangat aneh dan amatir. Mending ga usah pake Bahasa Jawa kalo ga bisa.. Bahasa Jawanya tu kasar, trus dicampur aduk Bahasa Indonesia. Jadi anehhh bin ajaib. Saya geli mendengarnya.

Selain tokoh utama itu, film ini akhirnya juga menceritakan si Ruben Onsu (sebagai Bejah), Bedu (saya lupa sebagai siapa), dan Komeng (sebagai Kang Chut). Rupanya ini lebih relevan dengan judul film-nya. Mereka ini orang kampung juga, sekampung sama Inem tadi. Mengadu nasib ke Jakarta, singkat cerita lagi, mereka jadi pembantu sekaligus gigolo-nya Andi Soraya.. Weleh… ini juga ga dapet banget ceritanya. Andi Soraya di sini binal banget… Buset.. ni tante giraaaang banget. Weeeeksss.. Sama cowok “sekelas” Ruben Onsu, Komeng, dan Bedu aja gatelnya minta ampun.. Gimana kalo ketemu yang ganteng dikit? Ini film termasuk vulgar. Baik adegannya, maupun kata-katanya. Terlalu vulgar untuk ukuran saya. :???:

Film berakhir dengan cerita si Inem yang menikah dengan majikannya.. lah? apa-apaan ini? ga dapet banget filmnya.. tuolong.. Tidak seperti judul filmnya, saya tidak puas dengan film ini…

Terakhir, saya kembali ke tempat parkir hendak pulang ke rumah, karena ini sudah sore. Pasti listrik di rumah sudah menyala. Saya kemudian menyalakan GPS, mencari alamat rumah saya.. “In five hundred meters, turn left…”